Selasa, 22 April 2014

My Best Friend is My Boyfriend

My Best Friend is My Boyfriend

Author                        : Dita Bumsso
Main casts     : Kim So Eun & Kim Sang Bum
Cast                : Cho Kyuhyun, Lee Junho, Seo Joo Hyun(seohyun), Jin Hee, Suzy.
Genre             : Friendship, Family, Romantis, sad, comedi, dll.
Type               : One Shoot (OS)

#Happy Reading!!!
************* **************
#Seoul Institue if the Arts#
“Kim So Eun” teriak kyuhyun.
“mwo?” tanya so eun yang menahan tawanya saat melihat kyuhyun berkacak pinggang didepannya.
“KAU...” teriak kyuhyun sambil menunjuk so eun dan menahan emosinya.
“aku kenapa?” tanya so eun sambil melihatkan wajahnya yang bingung lebih tepatnya pura-pura bingung.
“Kau....kenapa kau menempelkan fotoku yang sedang tidur saat kita kerja kelompok dirumahmu di papan pengumuman.” Kesal kyuhyun.
“ani(tidak) bukan aku.” Sanggah so eun dengan cepat.
“terus siapa lagi, aku tidak percaya jika junho atau kim bum yang melakukannya” omel kyuhyun sambil menunjuk Junho yang duduk didepan so eun sedang memandang pertengkaran KyuSso, dan menunjuk kim bum yang duduk disamping so eun.
“siapa bilang kalau mereka yang melakukannya?” tanya so eun.
“nah kalau bukan mereka berarti kau yang melakukannya.” Kesal kyuhyun sambil berkacak pinggang.
“bukan aku yang melakukannya.” Bela so eun.
“terus siapa?” tanya kyuhyun menahan amarahnya.
“tanganku yang melakukannya. Hehehe” nyengir so eun, kyuhyun kesal dengan jawaban yang ia dengar dari so eun.
“Kim So Eun” teriak kyuhyun, so eun menelan ludahnya sambil menarik-narik lengan baju junho yang ada di depannya.
“Junho” mohon so eun sambil mengdip-ngedipkan matanya.
“aisshh, baiklah.” Jawab junho dan menarik kerah baju kyuhyun dan menyeretnya keluar, sementara so eun tersenyum merasa dirinya menang.
“kau ini selalu saja membuat kyuhyun kesal.” Ujar kim bum yang saat ini masih fokus menyalin PR.
“aku melakukannya demi dirinya.” Jawab so eun yang mulai menulis juga.
“apa maksudmu?” tanya kim bum yang kini telah selesai menyalin Prnya.
“kau tahu, aku tidak ingin dia terlalu dalam mencintaiku.” Jawab so eun yang masih fokus menyalin Prnya juga, kim bum terdiam mendengarnya.
“kau tahukan bahwa aku tidak mungkin berpacaran dengan lelaki yang tidak aku cintai.” Jelas so eun yang kini menatap kim bum karena so eun sudah selesai menyalin Prnya.
“apa kau harus memaksa lelaki yang kau cintai itu menjadi pacarmu sementara lelaki itu tidak mencintaimu?” tanya kim bum yang terus menatap dalam so eun.
“tidak, cukup aku memendamnya. Bukankah orang yang aku cintai sudah tahu jika aku mencintainya, kau tidak perlu membalasnya, tenanglah aku akan mencoba melupakanmu demi persahabatan kita.” Jelas so eun tersenyum semanis mungkin, matanya berkaca-kaca menatap pria yang ada disampingnya itu, jadilah so eun mengambil permen karet dan memakannya. Ia menatap sonhee yang ingin duduk, so eun langsung beranjak dari tempat duduknya, sedangkan kim bum terus memperhatikan gerak gerik so eun, sedangkan so eun kini menaruh permen karet tepat di tengah kursi sonhee, sonhee yang melihat so eun tersenyum manis hanya membalasnya dengan senyuman, tapi sedetik kemudian, sonhee langsung berdiri dan meraba pantatnya benar saja ada yang melengket dirok sekolahnya, apa lagi jika permen karet yang so eun makan tadi yang menempel di rok sonhee.
“Kim So Eun” teriak sonhee.
“wae?(kenapa?)” tanya so eun yang menampangkan wajah bingungnya.
“kau...aishh benar-benar.” Seru sonhee yang langsung meminta dambi untuk membersihkan permen karet yang menempel di roknya. Mana ada yang berani melawan kim so eun, mengapa? Ya itu karena dia seorang wanita tomboi dan jail, tapi jangan salah dia sangat cantik dan terkadang feminim pada saat yang dibutuhkan. Semua teman, sahabat, keluarganya selalu mengatakan bahwa so eun pasti tidak pernah besedih karena ia tampak selalu terlihat ceria, so eun yang mendengar itu hanya tersenyum dan berkata dalam hati ‘mereka sama sekali tidak tahu jika hatiku tidak seceria wajahku.’ Itulah yang selalu dikatakan hatinya saat ia mendengar perkataan sahabat, teman, maupun keluarganya.
“Kim Bum” panggil Jin he dengan manjanya, so eun menatap kim bum, kim bum pun menatap so eun, dengan cepat so eun mengalihkan tatapannya dan merubah raut wajahnya seceria mungkin.
“Kim bum aku merindukanmu.” Manja jin he sambil memeluk lengan kim bum, kim bum tersenyum senang mendengar perkataan jin he yang manja itu. Hati so eun sangat sakit saat melihat itu semua, so eun dengan cepat mengatakan,
“wuaahhh daebak(bagus), hari ini benar-benar sangat cerah, sepertinya aku harus menyiapkan banyak permen karet.” Seru so eun yang dengan kilat mengambil permen karetnya yang ada di tasnya dan berlari secepat mungkin. Terserah kemana pun yang terpenting baginya tidak melihat kemesraan kim bum dan Jin he. Air matanya jatuh begitu saja, tanpa sadar so eun menabrak junho dan kyuhyun sehingga dirinya jatuh tersungkur.
“kim so eun.” Panggil kyuhyun dan junho bersamaan.
“ani(tidak) jangan mendekat.” Seru so eun, sambil berusaha berdiri tapi sayang dia terjatuh kembali, junho maupun kyuhyun langsung membantu so eun berdiri. Junho dan kyuhyun melihat so eun menangis.
“ada apa denganmu?” tanya junho, so eun menggelengkan kepalanya.
“kajja(ayo) kita kekelas.” Ajak junho dan memapah so eun, kyuhyun menatap kepergian so eun dan junho.
‘so eun aku tahu kau mencintai kim bum, tidak bisakah kau melepaskan kim bum dan memilihku. Baiklah mungkin ini saatnya aku harus membuatmu jatuh cinta kepadaku.’ Renung kyuhyun dalam hatinya. Sedetik kemudian kyuhyun berlari mengejar junho dan so eun yang baru saja masuk kelas, ‘ini belum masuk’ seru kyuhyun, ia langsung lari dan masuk kekelas. Kim bum melihat so eun yang di papah junho, kim bum berdiri ingin membantu so eun, jin he juga ikut berdiri, baru saja so eun akan duduk, tiba-tiba ada yang menariknya dan so eun merasakan tubuhnya menghangat, so eun membuka matanya, sedetik kemudian so eun terbelalak kaget mendapati dirinya yang tengah berpelukan dengan kyuhyun ani tepatnya so eun yang dipeluk oleh kyuhyun. Semua yang melihatnya langsung membeku menyaksikannya, kim bum merasa hatinya sakit melihat so eun berpelukan dengan kyuhyun, entahlah kim bum tidak tahu apa alasan hatinya sakit menyaksikan kyuhyun memeluk so eun. Tiba-tiba...
“Kim So...” suara panggilan seorang gadis terhenti saat melihat sahabatnya berpelukan dengan orang yang ia cintai. So eun langsung mendorong kyuhyun, saat matanya menatap sosok sahabat wanitanya.
“seo...seo jo hyun.” Gumam so eun, seo hyun manangis dan berlari, baru saja so eun berlari 3 langkah, kyuhyun sudah menarik tangannya, kim bum juga menarik tangan kyuhyun, jin hee menarik tangan kim bum. So eun melihat tarikan beruntun ini, tangannya yang dipegang kyuhyun, tangan kyuhyun yang dipegang kim bum, dan tangan kim bum yang dipegang jin he, cinta yang sulit untuk didapatkan, fikir so eun.
“a...aku mohon biarkan aku pergi, dia sahabatku kyuhyun-ah, dia mencintaimu, aku tahu seberapa sakit hatinya saat melihatku dan dirimu dengan posisi yang tidak pernah ia bayangkan.” Seru so eun.
“apa kau tidak merasa jika dirimu juga sakit hati karena kau mencintai sahabatmu sendiri tapi sahabat lelakimu itu tidak membalas cintamu dan lebih memilih wanita lain.” Teriak kyuhyun, so eun langsung menatap kyuhyun terkejut begitupun semua teman-temannya dan sahabatnya yang ada di kelas itu.
“kyuhyun-ah” gumam so eun.
“kau mencintainya tapi sayang dia tidak mencintaimu, aku yang mencintaimu kenapa harus dijauhi seperti ini.” Teriak kyuhyun frustasi, junho menatap kyuhyun dan kim bum marah, ia baru paham apa yang sedari tadi dibicarakan oleh so eun dan kyuhyun.
APA KALIAN GILA, KALIAN TANPA SADAR MENYAKITINYA.” Teriak junho, air mata so eun jatuh begitu saja.
“sekarang terserah kalian berdua, fikirkan dengan baik sebelum keputusan kalian akan membuat kalian menyesal.” Ujar junho sinis, junho langsung menarik tangan so eun dan membawanya keluar menuju taman sekolah.

**************** *****************
Ditaman sekolah so eun menangis tersedu-sedu, junho memeluk erat so eun, ini yang ia takuti. Ia memang mencintai so eun, tapi junho lebih memilih memendamnya sendiri, ia tidak ingin fikiran so eun menjadi kacau karena junho tahu sendiri saat belajar kelompok kyuhyun menyatakan cintanya pada so eun tapi so eun menolaknya karena sebulan yang lalu so eun menyatakan cinta pada kim bum dan kim bum menolaknya.
“menangislah jika itu membuatmu tenang.” Bisik junho, so eun langsung menangis histeris, junho memejamkan matanya, air matanya terjatuh begitu saja.
‘tuhan apa yang harus kulakukan, aku sangat mencintainya, buatlah dia bahagia, jangan buat dia bersedih dan menangis seperti ini, ini membuatku semakin merasa sakit hati.’ Itulah permohonan junho dalam batinnya.

************** ***************
^keesokan harinya^
Kim Bum, Junho, dan Kyuhyun saling bercanda, mereka bertiga menganggap masalah kemarin itu sudah berlalu. Tiba-tiba datang so eun yang terlihat sangat lesu, matanya sembab, hidungnya memerah, bibirnya melekuk kebawah.
“Ya!!! Kenapa penampilanmu berantakan sekali.” Seru kyuhyun yang duduk dikursi dengan 1 kakinya dinaikkan.
“So eun kenapa penampilanmu seperti ini.” Seru Junho yang duduk di meja dengan kakinya yang dilipat.
“hmm benar, kenapa bisa begini.” Seru kim bum yang duduk di meja dengan gaya yang sama persis dengan junho.
“Shit!!! Diamlah.” Teriak so eun yang langsung duduk didekat kim bum, so eun menenggelamkan wajahnya kedalam lipatan tangannya yang ada di meja, tiba-tiba seorang perempuan memanggil namanya.
“Kim So eun” panggil wanita itu, so eun mengenal sekali suara gadis itu, dengan spontan so eun menegakkan badannya dan langsung berdiri kaku.
“seo...seo jo hyun” gumam so eun, gadis yang ternyata seohyun itu tersenyum manis pada so eun.
“seohyun-ah aku minta maaf, anak nakal ini nih yah selalu mencari masalah, aku tidak mengerti apa yang terjadi, itu terlalu mendadak.” Mohon so eun sambil memegang kedua tangan seohyun.
“hmmm aku tidak marah, aku hanya terkejut saja.” Jawab seohyun. Sementara kim bum, kyuhyun, dan junho hanya tersenyum melihatnya.
“terus kenapa kau menangis kemarin saat kau melihatku dan kyu ahh ani(tidak) ani(tidak) maksudku kenapa kau menangis saat melihat kyuhyun memelukku?” tanya so eun sambil menunjukkan wajah polosnya. Seohyun, kyuhyun, kim bum, dan junho yang mendengarnya hampir saja menyemburkan tawanya.
“oh yang itu, memang sih aku sedikit cemburu.” Jawab seohyun seadanya, so eun menampangkan wajah menyesalnya. Kyuhyun berdiri dan merangkul pundak seohyun.
“tapi tenang saja, kita berdua sudah jadian, dan aku akan mencoba memahami seohyun dan dia juga akan mencoba memahamiku.” Jelas kyuhyun, seohyun tersenyum mendengarnya. Sementara so eun sudah menangis.
“hiks hiks hiks, huwaaaa” teriak tangis so eun, sementara kim bum dan junho langsung turun dari meja dan membekap mulut so eun, begitupun dengan kyuhyun yang langsung melepas rangkulannya pada pundak seohyun dan membengkap mulut so eun.
“Ya!!! Kenapa kau menangis.” Omel kyuhyun, kim bum dan junho bersamaan. So eun langsung berhenti menangis.
“kalian semua jahat, lihat ini mataku yang biasanya cantik sekarang menjadi bengkak dan merah, lihatlah hidungku yang biasanya putih mulus sekarang berubah warna menjadi merah, lihatlah yang biasanya seorang Kim So Eun yang selalu berjalan dengan tegak dan semangat sekarang menjadi lesu, dan yang terakhir, biasanya bibirku lekuknya keatas tapi kenapa melekuk ke bawah. Kalian tanpa sadar sudah menyakitiku. Huwaaaa kalian semua jahat.” Tangis so eun, kim bum langsung membekap mulut so eun sehingga so eun tidak menangis dengan cara berteriak, kini hanya suara sesegukan saja yang kim bum dengar, kim bum tersenyum manis pada so eun, so eun langsung menepis tangan kim bum yang tadi membekap mulutnya.
“jangan tersenyum seperti itu, nanti senyummu itu bisa membuatku makin cinta padamu.” Omel so eun, kim bum tersenyum dan mencubit kedua pipi so eun, sementara so eun memanyunkan bibirnya.
“jangan manyun dong, itu membuatku ingin mencubit pipimu terus.” Seru kim bum, so eun langsung mengubah raut mukanya menjadi tersenyum.
“aisshhh, aku semakin ingin mencubit pipimu itu.” Goda kim bum.
“aissh kalau jin he eonni mendengarmu mengatakan itu dia sudah pasti akan memarahiku dan menamparku di...” oh tidak so eun keceplosan, so eun menutup mulutnya dan membalikkan badannya sambil menepuk-nepuk jidatnya.
“kim so eun kenapa mulutmu sangat jelek.” Gumam so eun sambil terus menepuk jidatnya. Sementara kim bum terdiam mendengar semuanya, ternyata apa yang waktu itu ia lihat benar, jin hee yang sedang menyiksa so eun karena saat so eun menyatakan cinta jin hee ada di sampingnya.
#Flashback
Waktu itu kim bum baru saja dari kamar mandi, dan ia tidak sengaja mendengar suara wanita yang sedang marah-marah pada seorang gadis yang di yakininya kedua wanita itu sekolah di tempat yang sama dengannya. Kim bum mengintip sedikit lalu ia samar-samar melihat kedua perempuan itu, perempuan yang memebelakanginya menampar keras pipi wanita yang berlutut lemah di depannya, kim bum melihat gadis yang berlutut itu dengan mata yang ia pincingkan ‘mirip seperti kim so eun’ itulah yang kim bum katakan dalam gumamannya. Baru saja kim bum ingin menghampirinya kyuhyun sudah menarik tangan kim bum dan mengatakan bahwa dari tadi so eun tidak balik kekelas. Kim bum dan kyuhyun berlari sekencangnya menuju kelas.
“apa so eun belum kembali?” tanya kyuhyun pada junho yang baru saja mencari so eun di kantin dan di wc wanita, junho menggelengkan kepalanya. Kim bum sedikit berfikir dan baru saja kim bum berbalik ingin mencari so eun di gudang tempat ia melihat gadis di tampar oleh seorang gadis yang di yakininya kakak kelasnya. Tapi kim so eun datang dengan wajahnya yang memar-memar.
“ada apa dengan wajahmu?” tanya junho, kyuhyun, dan kim bum bersamaan, mereka bertiga sangat khawatir dengan keadaan so eun sekarang. So eun yang mendengarnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
“gwenchana,(tidak apa-apa) ini hanya karena alergi.” Jawab so eun yang langsung duduk, sementara junho, kyuhyun, dan kim bum menyernyitkan alisnya.
“mana mungkin alergi bisa seperti habis dipukuli.” Ceplos kyuhyun, kim bum dan junho terbelalak kaget, so eun sempat kaget dengan ucapan kyuhyun tadi, itu adalah kenyataannya bahwa dia habis dipukuli oleh kekasih sahabatnya sendiri kim bum.
“kalau aku alergi memang seperti ini.” Jelas so eun, sementara ke-3 shabatnya mengangguk mengerti tapi mereka ber-3 tidak terlalu percaya dengan penjelasan so eun.
Sering kali kim bum melihat wajah so eun bekas tamparan, dan anehnya itu terjadi jika jin hee ada disamping kim bum ikut berkumpul dengan sahabat kim bum yang tidak lain junho, kyuhyun, dan so eun. Dan setiap kim bum menggoda so eun saat ada jin hee pasti pipi so eun terlihat memar-memar.
#Flashback end
Kim Bum menarik tangan so eun agar bisa menghadap dan menatap kim bum.
“katakan apa saja yang sudah di lakukan jin hee terhadapmu?” tanya kim bum dengan suara yang menahan emosinya.
“a...ah bum-ah t..tadi itu a...aku h..hanya hanya...” so eun sudah tidak bisa berkata lagi, tiba-tiba...
“Ya!!! Kau gadis murahan untuk apa kau memegang tangan kekasihku.” Teriak jin hee yang langsung saja menghempaskan tangan so eun dan itu sontak membuat so eun terjatuh, kepala so eun terbentur dengan ujung meja belajar yang ada di kelasnya.
“akkhhhh appo.” Teriak so eun sambil memegang kepalanya yang terbentur tadi, dirasakannya ada yang mengalir di kepalanya, so eun tahu itu pasti darah.
“Ya!!! JIN HEE APA YANG KAU LAKUKAN?” bentak kim bum yang langsung menghempaskan tangan jin hee dan membopong kim so eun menuju UKS. Junho, Kyuhyun, Seohyun, dan Jin hee mengikutinya dari belakang. Kim bum membawa so eun masuk ke UKS, saat yang lainnya ingin masuk, kim bum menendang pintu uks dengan sangat kencang, jin hee yang tidak mempedulikan itu ingin masuk tapi segera di cegah oleh junho.
“KAU” panggil junho sambil memegang kuat tangan jin hee sampai jin hee meringis.
“KAU dasar wanita jalang.” “plak” teriak junho dan disertai dengan suara tamparan, kyuhyun dan seohyun yang melihat junho menampar jin hee terkejut. Junho baru pertama kalinya semarah ini pada seseorang apa lagi seseorang itu adalah wanita.
“kau sangat kasar junho biadab” teriak jin hee.
“huh, yang kasar itu kau, kau kira aku tidak tahu semua yang pernah kau lakukan pada so eun.” Ujar junho dengan penuh penekanan karena bibirnya terkatup menahan emosinya.
“memangnya apa yang aku lakukan terhadap wanita jalang itu?” tanya jin hee dengan sinis.
“KAU” teriak junho, kyuhyun, dan seohyun bersamaan.
“Hei kau, walau kau kakak kelasku tapi kau tidak patut dicontoh, kau kasar, tidak tahu diri, tidak tahu umur, tidak tahu tempat, tidak tahu terima kasih, tidak tahu tata krama, tidak tahu berbicara dengan baik, kau itu TIDAK TAHU APA-APA TENTANG Kim So Eun JADI JANGAN SOK TAHU TENTANG SAHABATKU” teriak seohyun tepat di depan muka jin hee.
“aisshh kalian semua menyebalkan.” Teriak jin hee yang langsung berlari menjauh dari uks. Sementara junho, kyuhyun dan seohyun balik kekelas, kyuh yun dan seohyun sudah duluan kekelas, sementara junho menatap nanar ruang uks itu.
‘aku ingin semua ini berakhir dengan bahagia, aku ingin melihatnya bahagia untuk terakhir kalinya, sebelum hari dimana aku akan menikah dengan wanita pilihan orang tuaku.’ Ujar junho di dalam batinnya, setelahnya ia berjalan dengan air mata berlinang di pipinya.

****************** *********************
^UKS^
“mianhe(maaf) aku baru menyadarinya.” Gumam kim bum menatap so eun, so eun menunduk.
“apakah selama ini hatimu sakit?” tanya kim bum, so eun menggeleng.
“jawablah dengan jujur!” suruh kim bum dengan lembut sambil menangkup kedua pipi so eun dengan kedua tangannya.
“bum-ah a..aku, sebenarnya haatiku sakit sekali bum-ah,,, hiks..hiks...hiks...” tangis so eun pecah seketika, kim bum langsung menarik so eun dan memeluk tubuh so eun yang semakin kurus saja menurutnya.
“so eun, entah kapan aku menyadarinya, ternyata aku mencintaimu juga.” Ujar kim bum, tangis so eun langsung hilang seketika, so eun melepaskan pelukannya dan menatap mata kim bum.
“bum-ah” gumam so eun.
“ne, aku mencintaimu.” Seru kim bum, so eun tersenyum senang.
“aku juga mencintaimu.” Ujar so eun, kim bun memeluk so eun dengan eratnya.
****************** *********************
#8 tahun kemudian
“eomma(ibu), lihatlah appa(ayah), appa mengatakan aku ini jelek, dan lihatlah junho ajushi dan kyuhyun ahjusi juga ikut mengataiku.” Teriak sang eun yang baru berumur 2 tahun.
“aissshhh, bum-ah, kyu-ah, jun-ah, jangan mengatainya jelek dia sangat cantik.” Omel so eun, sementara sang eun langsung memeletkan lidahnya ke kim bum yang notebeen ayahnya, kyuhyun dan junho yang adalah sahabat orang tuanya.
“hehehe, sang eun kim bum ajushi(paman) sangat tidak dewasa yah, apa lagi appa dan junho ajushi.” Ceplos So Min yang adalah anak kyuhyun dan seohyun yang umurnya lebih kecil 2 bulan dari sang eun.
“ne benar, ayah, kim bum ajushi(paman), dan kyuhyun ajushi tidak seperti ayah-ayah yang lainnya, yang berfikir secara dewasa.” Ceplos JunSu yang adalah anak dari junho dan suzy yang berumur lebih tua 1 tahun dari sang eun dan so min dan tentunya hanya junho dan suzy yang sendiri mempunyai anak lelaki diantara sahabatnya.
“Ya!!! Kalian ini benar-benar yah, kajja(ayo) kita beri hukuman untuk anak yang sudah berkata asal.” Seru kyuhyun, sedetik kemudian kim bum menggelitik perut sang eun sampai sang eun tertawa kencang, begitupun dengan kyuhyun yang menggelitik perut so min, dan junho yang menggelitik perut Junsu. Sementara so eun dan seohyun sibuk mengelus perut mereka yang sedang ada isinya, sementara suzy sedang memberi asi untuk anaknya yang baru 5 bulan itu.
“kajja(ayo) kita berfoto bersama.” Teriak kyuhyun.
“kajja.” Ujar semuanya, semuanya langsung berkumpul, sementara kyuhyun meminta tolong pada ahjuma yang bekerja di rumah BumSso itu untuk memfoto mereka semua.
“siap” teriak kyuhyun.
“hana(satu)...dul(dua)....set(tiga)” “Cissssss” teriak mereka semua.
Kini mereka semua sudah berbahagia dengan keluarga mereka sendiri, karena baik kim bum, so eun, junho, dan kyuhyun sudah melupakan masa lalu itu. Ternyata jin hee mendekati kim bum karena harta saja, kini jin hee tentu saja sudah berbahagia dengan keluarganya sendiri.
The End