My Best Friend is My Boyfriend
Author :
Dita Bumsso
Main casts : Kim
So Eun & Kim Sang Bum
Cast :
Cho Kyuhyun, Lee Junho, Seo Joo Hyun(seohyun), Jin Hee, Suzy.
Genre :
Friendship, Family, Romantis, sad, comedi, dll.
Type :
One Shoot (OS)
#Happy Reading!!!
************* **************
#Seoul Institue if the Arts#
“Kim So Eun” teriak kyuhyun.
“mwo?” tanya so eun yang menahan tawanya saat melihat
kyuhyun berkacak pinggang didepannya.
“KAU...” teriak kyuhyun sambil menunjuk so eun dan
menahan emosinya.
“aku kenapa?” tanya so eun sambil melihatkan wajahnya
yang bingung lebih tepatnya pura-pura bingung.
“Kau....kenapa kau menempelkan fotoku yang sedang tidur
saat kita kerja kelompok dirumahmu di papan pengumuman.” Kesal kyuhyun.
“ani(tidak) bukan aku.” Sanggah so eun dengan cepat.
“terus siapa lagi, aku tidak percaya jika junho atau kim
bum yang melakukannya” omel kyuhyun sambil menunjuk Junho yang duduk didepan so
eun sedang memandang pertengkaran KyuSso, dan menunjuk kim bum yang duduk
disamping so eun.
“siapa bilang kalau mereka yang melakukannya?” tanya so
eun.
“nah kalau bukan mereka berarti kau yang melakukannya.”
Kesal kyuhyun sambil berkacak pinggang.
“bukan aku yang melakukannya.” Bela so eun.
“terus siapa?” tanya kyuhyun menahan amarahnya.
“tanganku yang melakukannya. Hehehe” nyengir so eun,
kyuhyun kesal dengan jawaban yang ia dengar dari so eun.
“Kim So Eun” teriak kyuhyun, so eun menelan ludahnya
sambil menarik-narik lengan baju junho yang ada di depannya.
“Junho” mohon so eun sambil mengdip-ngedipkan matanya.
“aisshh, baiklah.” Jawab junho dan menarik kerah baju
kyuhyun dan menyeretnya keluar, sementara so eun tersenyum merasa dirinya
menang.
“kau ini selalu saja membuat kyuhyun kesal.” Ujar kim bum
yang saat ini masih fokus menyalin PR.
“aku melakukannya demi dirinya.” Jawab so eun yang mulai
menulis juga.
“apa maksudmu?” tanya kim bum yang kini telah selesai
menyalin Prnya.
“kau tahu, aku tidak ingin dia terlalu dalam
mencintaiku.” Jawab so eun yang masih fokus menyalin Prnya juga, kim bum
terdiam mendengarnya.
“kau tahukan bahwa aku tidak mungkin berpacaran dengan
lelaki yang tidak aku cintai.” Jelas so eun yang kini menatap kim bum karena so
eun sudah selesai menyalin Prnya.
“apa kau harus memaksa lelaki yang kau cintai itu menjadi
pacarmu sementara lelaki itu tidak mencintaimu?” tanya kim bum yang terus
menatap dalam so eun.
“tidak, cukup aku memendamnya. Bukankah orang yang aku
cintai sudah tahu jika aku mencintainya, kau tidak perlu membalasnya, tenanglah
aku akan mencoba melupakanmu demi persahabatan kita.” Jelas so eun tersenyum
semanis mungkin, matanya berkaca-kaca menatap pria yang ada disampingnya itu,
jadilah so eun mengambil permen karet dan memakannya. Ia menatap sonhee yang
ingin duduk, so eun langsung beranjak dari tempat duduknya, sedangkan kim bum
terus memperhatikan gerak gerik so eun, sedangkan so eun kini menaruh permen
karet tepat di tengah kursi sonhee, sonhee yang melihat so eun tersenyum manis
hanya membalasnya dengan senyuman, tapi sedetik kemudian, sonhee langsung
berdiri dan meraba pantatnya benar saja ada yang melengket dirok sekolahnya,
apa lagi jika permen karet yang so eun makan tadi yang menempel di rok sonhee.
“Kim So Eun” teriak sonhee.
“wae?(kenapa?)” tanya so eun yang menampangkan wajah
bingungnya.
“kau...aishh benar-benar.” Seru sonhee yang langsung
meminta dambi untuk membersihkan permen karet yang menempel di roknya. Mana ada
yang berani melawan kim so eun, mengapa? Ya itu karena dia seorang wanita
tomboi dan jail, tapi jangan salah dia sangat cantik dan terkadang feminim pada
saat yang dibutuhkan. Semua teman, sahabat, keluarganya selalu mengatakan bahwa
so eun pasti tidak pernah besedih karena ia tampak selalu terlihat ceria, so
eun yang mendengar itu hanya tersenyum dan berkata dalam hati ‘mereka sama
sekali tidak tahu jika hatiku tidak seceria wajahku.’ Itulah yang selalu
dikatakan hatinya saat ia mendengar perkataan sahabat, teman, maupun
keluarganya.
“Kim Bum” panggil Jin he dengan manjanya, so eun menatap
kim bum, kim bum pun menatap so eun, dengan cepat so eun mengalihkan tatapannya
dan merubah raut wajahnya seceria mungkin.
“Kim bum aku merindukanmu.” Manja jin he sambil memeluk
lengan kim bum, kim bum tersenyum senang mendengar perkataan jin he yang manja
itu. Hati so eun sangat sakit saat melihat itu semua, so eun dengan cepat mengatakan,
“wuaahhh daebak(bagus), hari ini benar-benar sangat
cerah, sepertinya aku harus menyiapkan banyak permen karet.” Seru so eun yang
dengan kilat mengambil permen karetnya yang ada di tasnya dan berlari secepat
mungkin. Terserah kemana pun yang terpenting baginya tidak melihat kemesraan
kim bum dan Jin he. Air matanya jatuh begitu saja, tanpa sadar so eun menabrak
junho dan kyuhyun sehingga dirinya jatuh tersungkur.
“kim so eun.” Panggil kyuhyun dan junho bersamaan.
“ani(tidak) jangan mendekat.” Seru so eun, sambil
berusaha berdiri tapi sayang dia terjatuh kembali, junho maupun kyuhyun
langsung membantu so eun berdiri. Junho dan kyuhyun melihat so eun menangis.
“ada apa denganmu?” tanya junho, so eun menggelengkan
kepalanya.
“kajja(ayo) kita kekelas.” Ajak junho dan memapah so eun,
kyuhyun menatap kepergian so eun dan junho.
‘so
eun aku tahu kau mencintai kim bum, tidak bisakah kau melepaskan kim bum dan
memilihku. Baiklah mungkin ini saatnya aku harus membuatmu jatuh cinta
kepadaku.’ Renung kyuhyun dalam hatinya. Sedetik
kemudian kyuhyun berlari mengejar junho dan so eun yang baru saja masuk kelas,
‘ini belum masuk’ seru kyuhyun, ia langsung lari dan masuk kekelas. Kim bum melihat
so eun yang di papah junho, kim bum berdiri ingin membantu so eun, jin he juga
ikut berdiri, baru saja so eun akan duduk, tiba-tiba ada yang menariknya dan so
eun merasakan tubuhnya menghangat, so eun membuka matanya, sedetik kemudian so
eun terbelalak kaget mendapati dirinya yang tengah berpelukan dengan kyuhyun
ani tepatnya so eun yang dipeluk oleh kyuhyun. Semua yang melihatnya langsung
membeku menyaksikannya, kim bum merasa hatinya sakit melihat so eun berpelukan
dengan kyuhyun, entahlah kim bum tidak tahu apa alasan hatinya sakit menyaksikan
kyuhyun memeluk so eun. Tiba-tiba...
“Kim So...” suara panggilan seorang gadis terhenti saat
melihat sahabatnya berpelukan dengan orang yang ia cintai. So eun langsung
mendorong kyuhyun, saat matanya menatap sosok sahabat wanitanya.
“seo...seo jo hyun.” Gumam so eun, seo hyun manangis dan
berlari, baru saja so eun berlari 3 langkah, kyuhyun sudah menarik tangannya,
kim bum juga menarik tangan kyuhyun, jin hee menarik tangan kim bum. So eun
melihat tarikan beruntun ini, tangannya yang dipegang kyuhyun, tangan kyuhyun
yang dipegang kim bum, dan tangan kim bum yang dipegang jin he, cinta yang
sulit untuk didapatkan, fikir so eun.
“a...aku mohon biarkan aku pergi, dia sahabatku
kyuhyun-ah, dia mencintaimu, aku tahu seberapa sakit hatinya saat melihatku dan
dirimu dengan posisi yang tidak pernah ia bayangkan.” Seru so eun.
“apa kau tidak merasa jika dirimu juga sakit hati karena
kau mencintai sahabatmu sendiri tapi sahabat lelakimu itu tidak membalas
cintamu dan lebih memilih wanita lain.” Teriak kyuhyun, so eun langsung menatap
kyuhyun terkejut begitupun semua teman-temannya dan sahabatnya yang ada di
kelas itu.
“kyuhyun-ah” gumam so eun.
“kau mencintainya tapi sayang dia tidak mencintaimu, aku
yang mencintaimu kenapa harus dijauhi seperti ini.” Teriak kyuhyun frustasi,
junho menatap kyuhyun dan kim bum marah, ia baru paham apa yang sedari tadi
dibicarakan oleh so eun dan kyuhyun.
“APA KALIAN GILA, KALIAN
TANPA SADAR MENYAKITINYA.” Teriak junho, air mata so eun jatuh begitu
saja.
“sekarang terserah kalian berdua, fikirkan dengan baik
sebelum keputusan kalian akan membuat kalian menyesal.” Ujar junho sinis, junho
langsung menarik tangan so eun dan membawanya keluar menuju taman sekolah.
**************** *****************
Ditaman sekolah so eun menangis tersedu-sedu, junho
memeluk erat so eun, ini yang ia takuti. Ia memang mencintai so eun, tapi junho
lebih memilih memendamnya sendiri, ia tidak ingin fikiran so eun menjadi kacau
karena junho tahu sendiri saat belajar kelompok kyuhyun menyatakan cintanya
pada so eun tapi so eun menolaknya karena sebulan yang lalu so eun menyatakan
cinta pada kim bum dan kim bum menolaknya.
“menangislah jika itu membuatmu tenang.” Bisik junho, so
eun langsung menangis histeris, junho memejamkan matanya, air matanya terjatuh
begitu saja.
‘tuhan
apa yang harus kulakukan, aku sangat mencintainya, buatlah dia bahagia, jangan
buat dia bersedih dan menangis seperti ini, ini membuatku semakin merasa sakit
hati.’ Itulah permohonan junho dalam batinnya.
************** ***************
^keesokan harinya^
Kim Bum, Junho, dan Kyuhyun saling bercanda, mereka
bertiga menganggap masalah kemarin itu sudah berlalu. Tiba-tiba datang so eun
yang terlihat sangat lesu, matanya sembab, hidungnya memerah, bibirnya melekuk
kebawah.
“Ya!!! Kenapa penampilanmu berantakan sekali.” Seru
kyuhyun yang duduk dikursi dengan 1 kakinya dinaikkan.
“So eun kenapa penampilanmu seperti ini.” Seru Junho yang
duduk di meja dengan kakinya yang dilipat.
“hmm benar, kenapa bisa begini.” Seru kim bum yang duduk
di meja dengan gaya yang sama persis dengan junho.
“Shit!!! Diamlah.” Teriak so eun yang langsung duduk
didekat kim bum, so eun menenggelamkan wajahnya kedalam lipatan tangannya yang
ada di meja, tiba-tiba seorang perempuan memanggil namanya.
“Kim So eun” panggil wanita itu, so eun mengenal sekali
suara gadis itu, dengan spontan so eun menegakkan badannya dan langsung berdiri
kaku.
“seo...seo jo hyun” gumam so eun, gadis yang ternyata
seohyun itu tersenyum manis pada so eun.
“seohyun-ah aku minta maaf, anak nakal ini nih yah selalu
mencari masalah, aku tidak mengerti apa yang terjadi, itu terlalu mendadak.”
Mohon so eun sambil memegang kedua tangan seohyun.
“hmmm aku tidak marah, aku hanya terkejut saja.” Jawab
seohyun. Sementara kim bum, kyuhyun, dan junho hanya tersenyum melihatnya.
“terus kenapa kau menangis kemarin saat kau melihatku dan
kyu ahh ani(tidak) ani(tidak) maksudku kenapa kau menangis saat melihat kyuhyun
memelukku?” tanya so eun sambil menunjukkan wajah polosnya. Seohyun, kyuhyun,
kim bum, dan junho yang mendengarnya hampir saja menyemburkan tawanya.
“oh yang itu, memang sih aku sedikit cemburu.” Jawab
seohyun seadanya, so eun menampangkan wajah menyesalnya. Kyuhyun berdiri dan
merangkul pundak seohyun.
“tapi tenang saja, kita berdua sudah jadian, dan aku akan
mencoba memahami seohyun dan dia juga akan mencoba memahamiku.” Jelas kyuhyun,
seohyun tersenyum mendengarnya. Sementara so eun sudah menangis.
“hiks hiks hiks, huwaaaa” teriak tangis so eun, sementara
kim bum dan junho langsung turun dari meja dan membekap mulut so eun, begitupun
dengan kyuhyun yang langsung melepas rangkulannya pada pundak seohyun dan
membengkap mulut so eun.
“Ya!!! Kenapa kau menangis.” Omel kyuhyun, kim bum dan
junho bersamaan. So eun langsung berhenti menangis.
“kalian semua jahat, lihat ini mataku yang biasanya
cantik sekarang menjadi bengkak dan merah, lihatlah hidungku yang biasanya
putih mulus sekarang berubah warna menjadi merah, lihatlah yang biasanya
seorang Kim So Eun yang selalu berjalan dengan tegak dan semangat sekarang
menjadi lesu, dan yang terakhir, biasanya bibirku lekuknya keatas tapi kenapa
melekuk ke bawah. Kalian tanpa sadar sudah menyakitiku. Huwaaaa kalian semua
jahat.” Tangis so eun, kim bum langsung membekap mulut so eun sehingga so eun
tidak menangis dengan cara berteriak, kini hanya suara sesegukan saja yang kim
bum dengar, kim bum tersenyum manis pada so eun, so eun langsung menepis tangan
kim bum yang tadi membekap mulutnya.
“jangan tersenyum seperti itu, nanti senyummu itu bisa
membuatku makin cinta padamu.” Omel so eun, kim bum tersenyum dan mencubit
kedua pipi so eun, sementara so eun memanyunkan bibirnya.
“jangan manyun dong, itu membuatku ingin mencubit pipimu
terus.” Seru kim bum, so eun langsung mengubah raut mukanya menjadi tersenyum.
“aisshhh, aku semakin ingin mencubit pipimu itu.” Goda
kim bum.
“aissh kalau jin he eonni mendengarmu mengatakan itu dia
sudah pasti akan memarahiku dan menamparku di...” oh tidak so eun keceplosan,
so eun menutup mulutnya dan membalikkan badannya sambil menepuk-nepuk jidatnya.
“kim so eun kenapa mulutmu sangat jelek.” Gumam so eun sambil
terus menepuk jidatnya. Sementara kim bum terdiam mendengar semuanya, ternyata
apa yang waktu itu ia lihat benar, jin hee yang sedang menyiksa so eun karena
saat so eun menyatakan cinta jin hee ada di sampingnya.
#Flashback
Waktu itu kim bum baru saja dari kamar mandi, dan ia
tidak sengaja mendengar suara wanita yang sedang marah-marah pada seorang gadis
yang di yakininya kedua wanita itu sekolah di tempat yang sama dengannya. Kim
bum mengintip sedikit lalu ia samar-samar melihat kedua perempuan itu, perempuan
yang memebelakanginya menampar keras pipi wanita yang berlutut lemah di
depannya, kim bum melihat gadis yang berlutut itu dengan mata yang ia
pincingkan ‘mirip seperti kim so eun’ itulah
yang kim bum katakan dalam gumamannya. Baru saja kim bum ingin menghampirinya
kyuhyun sudah menarik tangan kim bum dan mengatakan bahwa dari tadi so eun
tidak balik kekelas. Kim bum dan kyuhyun berlari sekencangnya menuju kelas.
“apa so eun belum kembali?” tanya kyuhyun pada junho yang
baru saja mencari so eun di kantin dan di wc wanita, junho menggelengkan
kepalanya. Kim bum sedikit berfikir dan baru saja kim bum berbalik ingin
mencari so eun di gudang tempat ia melihat gadis di tampar oleh seorang gadis
yang di yakininya kakak kelasnya. Tapi kim so eun datang dengan wajahnya yang
memar-memar.
“ada apa dengan wajahmu?” tanya junho, kyuhyun, dan kim
bum bersamaan, mereka bertiga sangat khawatir dengan keadaan so eun sekarang.
So eun yang mendengarnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
“gwenchana,(tidak apa-apa) ini hanya karena alergi.”
Jawab so eun yang langsung duduk, sementara junho, kyuhyun, dan kim bum
menyernyitkan alisnya.
“mana mungkin alergi bisa seperti habis dipukuli.” Ceplos
kyuhyun, kim bum dan junho terbelalak kaget, so eun sempat kaget dengan ucapan
kyuhyun tadi, itu adalah kenyataannya bahwa dia habis dipukuli oleh kekasih
sahabatnya sendiri kim bum.
“kalau aku alergi memang seperti ini.” Jelas so eun,
sementara ke-3 shabatnya mengangguk mengerti tapi mereka ber-3 tidak terlalu
percaya dengan penjelasan so eun.
Sering kali kim bum melihat wajah so eun bekas tamparan,
dan anehnya itu terjadi jika jin hee ada disamping kim bum ikut berkumpul
dengan sahabat kim bum yang tidak lain junho, kyuhyun, dan so eun. Dan setiap
kim bum menggoda so eun saat ada jin hee pasti pipi so eun terlihat memar-memar.
#Flashback end
Kim Bum menarik tangan so eun agar bisa menghadap dan
menatap kim bum.
“katakan apa saja yang sudah di lakukan jin hee
terhadapmu?” tanya kim bum dengan suara yang menahan emosinya.
“a...ah bum-ah t..tadi itu a...aku h..hanya hanya...” so
eun sudah tidak bisa berkata lagi, tiba-tiba...
“Ya!!! Kau gadis murahan untuk apa kau memegang tangan
kekasihku.” Teriak jin hee yang langsung saja menghempaskan tangan so eun dan
itu sontak membuat so eun terjatuh, kepala so eun terbentur dengan ujung meja
belajar yang ada di kelasnya.
“akkhhhh appo.” Teriak so eun sambil memegang kepalanya
yang terbentur tadi, dirasakannya ada yang mengalir di kepalanya, so eun tahu
itu pasti darah.
“Ya!!! JIN HEE APA YANG KAU
LAKUKAN?”
bentak kim bum yang langsung menghempaskan tangan jin hee dan membopong kim so
eun menuju UKS. Junho, Kyuhyun, Seohyun, dan Jin hee mengikutinya dari
belakang. Kim bum membawa so eun masuk ke UKS, saat yang lainnya ingin masuk,
kim bum menendang pintu uks dengan sangat kencang, jin hee yang tidak
mempedulikan itu ingin masuk tapi segera di cegah oleh junho.
“KAU” panggil junho sambil memegang kuat tangan jin hee
sampai jin hee meringis.
“KAU dasar wanita jalang.” “plak” teriak junho dan disertai
dengan suara tamparan, kyuhyun dan seohyun yang melihat junho menampar jin hee
terkejut. Junho baru pertama kalinya semarah ini pada seseorang apa lagi
seseorang itu adalah wanita.
“kau sangat kasar junho biadab” teriak jin hee.
“huh, yang kasar itu kau, kau kira aku tidak tahu semua
yang pernah kau lakukan pada so eun.” Ujar junho dengan penuh penekanan karena
bibirnya terkatup menahan emosinya.
“memangnya apa yang aku lakukan terhadap wanita jalang
itu?” tanya jin hee dengan sinis.
“KAU” teriak junho, kyuhyun, dan seohyun bersamaan.
“Hei kau, walau kau kakak kelasku tapi kau tidak patut
dicontoh, kau kasar, tidak tahu diri, tidak tahu umur, tidak tahu tempat, tidak
tahu terima kasih, tidak tahu tata krama, tidak tahu berbicara dengan baik, kau
itu TIDAK TAHU APA-APA TENTANG Kim So Eun JADI JANGAN SOK
TAHU TENTANG SAHABATKU” teriak seohyun tepat di depan muka jin hee.
“aisshh kalian semua menyebalkan.” Teriak jin hee yang
langsung berlari menjauh dari uks. Sementara junho, kyuhyun dan seohyun balik
kekelas, kyuh yun dan seohyun sudah duluan kekelas, sementara junho menatap
nanar ruang uks itu.
‘aku
ingin semua ini berakhir dengan bahagia, aku ingin melihatnya bahagia untuk
terakhir kalinya, sebelum hari dimana aku akan menikah dengan wanita pilihan
orang tuaku.’ Ujar junho di dalam batinnya, setelahnya ia
berjalan dengan air mata berlinang di pipinya.
****************** *********************
^UKS^
“mianhe(maaf) aku baru menyadarinya.” Gumam kim bum
menatap so eun, so eun menunduk.
“apakah selama ini hatimu sakit?” tanya kim bum, so eun
menggeleng.
“jawablah dengan jujur!” suruh kim bum dengan lembut
sambil menangkup kedua pipi so eun dengan kedua tangannya.
“bum-ah a..aku, sebenarnya haatiku sakit sekali bum-ah,,,
hiks..hiks...hiks...” tangis so eun pecah seketika, kim bum langsung menarik so
eun dan memeluk tubuh so eun yang semakin kurus saja menurutnya.
“so eun, entah kapan aku menyadarinya, ternyata aku
mencintaimu juga.” Ujar kim bum, tangis so eun langsung hilang seketika, so eun
melepaskan pelukannya dan menatap mata kim bum.
“bum-ah” gumam so eun.
“ne, aku mencintaimu.” Seru kim bum, so eun tersenyum
senang.
“aku juga mencintaimu.” Ujar so eun, kim bun memeluk so
eun dengan eratnya.
****************** *********************
#8 tahun kemudian
“eomma(ibu), lihatlah appa(ayah), appa mengatakan aku ini
jelek, dan lihatlah junho ajushi dan kyuhyun ahjusi juga ikut mengataiku.”
Teriak sang eun yang baru berumur 2 tahun.
“aissshhh, bum-ah, kyu-ah, jun-ah, jangan mengatainya
jelek dia sangat cantik.” Omel so eun, sementara sang eun langsung memeletkan
lidahnya ke kim bum yang notebeen ayahnya, kyuhyun dan junho yang adalah
sahabat orang tuanya.
“hehehe, sang eun kim bum ajushi(paman) sangat tidak
dewasa yah, apa lagi appa dan junho ajushi.” Ceplos So Min yang adalah anak
kyuhyun dan seohyun yang umurnya lebih kecil 2 bulan dari sang eun.
“ne benar, ayah, kim bum ajushi(paman), dan kyuhyun ajushi
tidak seperti ayah-ayah yang lainnya, yang berfikir secara dewasa.” Ceplos
JunSu yang adalah anak dari junho dan suzy yang berumur lebih tua 1 tahun dari
sang eun dan so min dan tentunya hanya junho dan suzy yang sendiri mempunyai
anak lelaki diantara sahabatnya.
“Ya!!! Kalian ini benar-benar yah, kajja(ayo) kita beri
hukuman untuk anak yang sudah berkata asal.” Seru kyuhyun, sedetik kemudian kim
bum menggelitik perut sang eun sampai sang eun tertawa kencang, begitupun
dengan kyuhyun yang menggelitik perut so min, dan junho yang menggelitik perut
Junsu. Sementara so eun dan seohyun sibuk mengelus perut mereka yang sedang ada
isinya, sementara suzy sedang memberi asi untuk anaknya yang baru 5 bulan itu.
“kajja(ayo) kita berfoto bersama.” Teriak kyuhyun.
“kajja.” Ujar semuanya, semuanya langsung berkumpul,
sementara kyuhyun meminta tolong pada ahjuma yang bekerja di rumah BumSso itu
untuk memfoto mereka semua.
“siap” teriak kyuhyun.
“hana(satu)...dul(dua)....set(tiga)” “Cissssss” teriak
mereka semua.
Kini mereka semua sudah berbahagia dengan keluarga mereka
sendiri, karena baik kim bum, so eun, junho, dan kyuhyun sudah melupakan masa
lalu itu. Ternyata jin hee mendekati kim bum karena harta saja, kini jin hee
tentu saja sudah berbahagia dengan keluarganya sendiri.
The End

jangan lupa kunbal gan ;) http://ramliahmadd.blogspot.com
BalasHapusdeabakk...ceritanya bagus, walaupun terlalu singkat...
BalasHapusauthor terima kasih atas ff nya.